Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

Klarifikasi Kodim 0608 Cianjur: Viral Penggerebekan Ngaku TNI di Pataruman Ternyata Hoaks

info sembilan news
28 Mar 2026, 07:07 WIB Last Updated 2026-03-28T00:07:22Z



Kepala Staf Kodim 0608/Cianjur U. Rohmat didampingi Camat Cianjur Syarifudin saat memberikan klarifikasi keawak media terkait viralnya isu penggerebekan yang mengaku anggota TNI di Kantor Kecamatan Cianjur, Jumat (27/3/2026). (Foto : Humas/Infosembilannews)

CIANJUR - Informasi viral di media sosial tentang aksi penggerebekan rumah oleh orang yang mengaku anggota TNI di Kampung Pataruman, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, dipastikan tidak benar. Klarifikasi resmi disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kecamatan Cianjur, Jumat (27/3/2026).

Kepala Staf Kodim 0608/Cianjur, U. Rohmat, menegaskan bahwa kabar yang menyebut adanya keterlibatan dua anggota TNI dalam peristiwa tersebut merupakan informasi bohong atau hoaks.

Menurutnya, setelah dilakukan penelusuran dan verifikasi, pelaku bukan anggota TNI aktif. Mereka adalah warga sipil, salah satunya diketahui merupakan anggota Komando Cadangan (Komcad). Dalam aksinya, pelaku menggunakan senjata tajam serta pistol mainan untuk menakut-nakuti korban.

“Perlu kami tegaskan, tidak ada keterlibatan anggota TNI dalam kejadian tersebut. Informasi yang beredar di media sosial itu tidak benar,” ujar Rohmat.

Peristiwa itu terjadi di Kampung Pataruman, Kelurahan Sayang, wilayah administratif Cianjur. Dari dua pelaku, satu orang berinisial DG telah diamankan oleh Polres Cianjur, sementara satu pelaku lainnya masuk daftar pencarian orang (DPO).

Modus yang digunakan pelaku adalah persoalan gadai kendaraan mobil. Pelaku mendatangi korban dengan dalih kendaraan harus ditebus, padahal kendaraan tersebut sudah dipindahtangankan kepada pihak lain.

Rohmat menambahkan, keberanian pelaku diduga dipengaruhi oleh latar belakangnya yang merasa memiliki kedekatan dengan lingkungan purnawirawan serta statusnya sebagai anggota Komcad, sehingga bertindak seolah-olah memiliki kewenangan.

Sementara itu, Camat Cianjur Syarifudin mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap klaim sepihak dari orang yang mengaku aparat.

“Meski postur atau penampilannya menyerupai aparat, masyarakat harus tetap melakukan koordinasi dengan RT/RW maupun pemerintah setempat. Di wilayah ada Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang bisa dikonfirmasi untuk memastikan kebenaran,” tegasnya.

Ia berharap, dengan klarifikasi ini, masyarakat lebih waspada dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, sehingga kejadian serupa tidak terulang di wilayah Kecamatan Cianjur (Ded).

Iklan