Kades Ciherang Acep Haryadi bersama Camat Pacet H. Neng Didi dan unsur pemerintahan desa saat Halalbihalal di Aula Kantor Desa Ciherang. (Foto : Red/Infosembilannnews)
CIANJUR - Aula Kantor Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, pada Kamis (26/3/2026) tidak hanya menjadi tempat bersilaturahmi pasca-Idulfitri 1447 H, tetapi juga berubah menjadi ruang dialog terbuka yang sarat makna pembangunan. Pemerintah Desa Ciherang memanfaatkan momentum Halalbihalal sebagai ajang mempererat kebersamaan sekaligus menyatukan visi dalam menghadapi agenda pembangunan desa ke depan.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Pacet H. Neng Didi, Kepala Desa Ciherang Acep Haryadi, S.E., jajaran perangkat desa, Ketua BPD, LPM, para Ketua RT dan RW, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Suasana akrab dan penuh kehangatan menjadi cerminan harmonisasi antar unsur pemerintahan desa dan masyarakat.
Kepala Desa Ciherang, Acep Haryadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Halalbihalal bukan sekadar tradisi saling memaafkan, tetapi juga menjadi momentum evaluasi dan penyatuan langkah.
“Melalui momen ini, kita tidak hanya membersihkan hati, tetapi juga menyatukan visi. Pembangunan desa akan berhasil jika semua unsur berjalan bersama,” ujarnya.
Acep menyoroti bahwa tahun 2026 menjadi fase penting bagi Desa Ciherang, terutama dalam mematangkan rencana pengembangan Agrowisata Terpadu yang diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Senada dengan itu, Camat Pacet H. Neng Didi mengapresiasi kekompakan yang terjalin di Desa Ciherang. Menurutnya, sinergitas antar elemen desa menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong percepatan pembangunan.
“Kebersamaan seperti ini adalah fondasi kuat dalam membangun desa. Ciherang bisa menjadi contoh bagi desa lain dalam menjaga soliditas pasca dinamika pemilihan,” ungkapnya.
Kegiatan Halalbihalal ini juga dimanfaatkan sebagai ruang aspirasi. Tokoh masyarakat, H. Humaedi, menilai bahwa keterlibatan aktif para Ketua RT dan RW menunjukkan adanya keterbukaan pemerintah desa dalam menyerap masukan warga secara langsung.
Sementara itu, Sekretaris Desa Ciherang, Deden Saepulloh, S.Sos., menjelaskan bahwa berbagai masukan yang muncul dalam kegiatan tersebut akan menjadi bahan dalam Musyawarah Desa Pembangunan (Musdesbang) mendatang.
“Kami ingin memastikan setiap aspirasi warga tercatat dan ditindaklanjuti dalam rencana kerja desa,” jelasnya.
Setelah rangkaian sambutan dan doa bersama, acara ditutup dengan tradisi salam-salaman dan makan bersama yang memperlihatkan keakraban tanpa sekat antara perangkat desa dan masyarakat.
Melalui Halalbihalal ini, Desa Ciherang menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat menjadi media efektif dalam memperkuat komunikasi, mempererat persatuan, dan merumuskan arah pembangunan bersama. Kebersamaan yang terbangun menjadi modal sosial penting dalam mewujudkan rencana besar desa di masa mendatang.
Editor berita : Din
