Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

Sorotan Proyek Irigasi DAS Cisalak, PUTR Cianjur Tegaskan Masalah Hanya Retakan Lantai

info sembilan news
9 Jan 2026, 10:36 WIB Last Updated 2026-01-09T03:37:01Z



Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUTR Kabupaten Cianjur Femi (Foto : Red/InfoSembilannews.com)

CIANJUR - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) memberikan klarifikasi terkait proyek pembangunan irigasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisalak Batusahulu senilai Rp429.698.151,00 yang berlokasi di Kampung Babakan Ater, Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, yang sempat menuai sorotan publik.

Kepala Bidang SDA PUTR Kabupaten Cianjur, Femi, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan, permasalahan yang muncul berupa retakan pada lantai kerja yang menyebabkan terjadinya resapan air.

“Retakan tersebut diduga berasal dari pemasangan lantai kerja yang kurang sempurna, sehingga air meresap. Namun perlu kami tegaskan, tidak ditemukan kebocoran atau kerusakan pada bagian struktur lainnya,” ujar Femi saat dikonfirmasi awak media, Kamis (8/1/2026) kemarin.

Ia menegaskan, secara umum kualitas konstruksi bangunan, termasuk Tembok Penahan Tanah (TPT), pasangan batu, serta rangka beton telah dilaksanakan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang ditetapkan.

“Permasalahan hanya terfokus pada lantai kerja, bukan pada struktur utama bangunan,” jelasnya.

Terkait status pekerjaan, Femi menyampaikan bahwa proyek tersebut telah dilakukan serah terima pada Desember 2025 dan saat ini masih berada dalam masa pemeliharaan selama enam bulan. Dengan demikian, tanggung jawab perbaikan sepenuhnya menjadi kewajiban pihak kontraktor.

“Kontraktor sudah kami panggil dan diperintahkan segera melakukan perbaikan. Fokusnya memastikan lantai benar-benar kedap air dan tidak ada lagi resapan,” tegasnya.

Menurut Femi, proses perbaikan saat ini tengah berjalan dan ditargetkan rampung paling lambat dalam minggu ini. Ke depan, pihaknya berkomitmen meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kami akan terus melakukan pengawasan hingga dipastikan hasil pekerjaan benar-benar layak, aman, dan berfungsi optimal,” pungkasnya. (Pen)

Iklan