Gelong (42), pedagang salak pondok, saat berjualan di wilayah Cikalong Kulon, Cianjur (Foto : Red01/InfoSembilannews)
CIANJUR - Demi memenuhi kebutuhan hidup dan menafkahi keluarga, seorang pedagang salak pondok bernama Gelong (42) memilih berjualan salak pondok di wilayah Kabupaten Cianjur.
Aktivitas usaha kecil tersebut telah dijalaninya selama kurang lebih lima bulan terakhir, sembari berharap mendapatkan pekerjaan yang lebih layak di masa mendatang.
Gelong, yang berasal dari Majalengka, kini menetap sementara di Kampung Leuwi Loa Loa, Desa Sukagalih, Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur. Ia berjualan salak pondok di pinggir jalan sebagai upaya bertahan hidup setelah berstatus cerai hidup dan memiliki dua orang anak, masing-masing laki-laki dan perempuan.
“Untuk sementara saya jalani dulu jualan salak pondok ini, sambil berharap ke depan bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,” ujarnya, Senin (5/1/2026) pagi
Dalam kesehariannya, Gelong menjajakan salak pondok dengan harga yang terjangkau. Untuk ukuran kecil, salak dijual seharga Rp5.000 per kilogram, sementara ukuran besar dibanderol Rp7.500 per kilogram.
"Meski hasilnya belum menentu, usaha ini menjadi tumpuan utama penghasilan saat ini," katanya.
Ia pun menaruh harapan besar di tahun 2026, agar usahanya dapat memberikan penghasilan yang lebih memuaskan dan kehidupan yang lebih stabil bagi dirinya dan anak-anaknya.
“Harapannya di tahun 2026 ini, penghasilan bisa lebih baik dan kehidupan juga lebih layak,” pungkasnya. (Red01)
