Sejumlah ibu-ibu Majelis Ta’lim datangi kantor PT LKM Akhlakul Karimah di Kecamatan Cibinong, Pertanyakan dana tabungan yang belum dapat dicairkan menjelang Lebaran. (Foto : Istimewa)
CIANJUR - Puluhan ibu-ibu pengajian dari berbagai kelompok Majelis Ta’lim mendatangi kantor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT LKM Akhlakul Karimah yang beralamat di Jalan Raya Cibinong, Kampung Tangsi, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (10/03/2026).
Kedatangan mereka untuk mempertanyakan tabungan milik anggota yang hingga kini belum dapat dicairkan. Dana tersebut merupakan hasil tabungan rutin yang dikumpulkan para anggota majelis ta’lim selama bertahun - tahun.
Salah seorang ketua kelompok Majelis Ta’lim Aljabar, Rojanah, mengatakan uang tabungan para anggota selama ini disimpan di LKM Akhlakul Karimah demi keamanan. Namun, saat hendak dicairkan menjelang kebutuhan Ramadan dan Idulfitri, dana tersebut justru sulit diambil.
“Kalau pun bisa dicairkan hanya dalam jumlah kecil. Padahal itu uang tabungan ibu-ibu yang dikumpulkan dari sisa kebutuhan rumah tangga,” ujar Rojanah kepada awak media.
Ia menjelaskan, anggota majelis ta’lim mayoritas berasal dari kalangan masyarakat sederhana, seperti ibu rumah tangga hingga pedagang kecil. Dalam setiap kegiatan pengajian yang digelar seminggu sekali, para anggota menyisihkan uang tabungan sekitar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu melalui ketua kelompok.
Menurutnya, kebiasaan menabung di lembaga tersebut sudah berlangsung cukup lama, bahkan diperkirakan lebih dari 15 tahun.
“Selama ini tidak ada masalah. Tapi tahun ini ketika kami ingin mengambil tabungan untuk kebutuhan Lebaran, justru tidak bisa dicairkan,” ungkapnya.
Rojanah menyebut pihaknya sudah beberapa kali meminta penjelasan kepada kepala cabang LKM Akhlakul Karimah. Namun, jawaban yang diterima selalu sama, yakni adanya persoalan di kantor pusat.
Kondisi itu membuat para nasabah merasa resah hingga akhirnya sepakat mendatangi langsung kantor cabang. Sayangnya, setibanya di lokasi, kantor tersebut justru dalam keadaan tutup meskipun masih dalam hari kerja.
“Ini yang membuat kami semakin kecewa. Kami datang baik-baik untuk meminta kejelasan, tapi kantor malah tutup,” katanya.
Kekecewaan juga disampaikan seorang nasabah lain berinisial HRW yang diketahui berprofesi sebagai kepala sekolah. Ia mengaku telah menjadi nasabah LKM Akhlakul Karimah selama sekitar 20 tahun dengan total tabungan mencapai kurang lebih Rp600 juta.
“Saya sudah beberapa kali bertemu langsung dengan kepala cabang untuk meminta pencairan dana. Tapi selalu dijawab masih ada masalah di kantor pusat,” ujarnya dengan nada kecewa.
Menurut HRW, selain dirinya masih banyak nasabah lain yang menyimpan dana di lembaga tersebut, termasuk tabungan yang dipersiapkan untuk biaya ibadah haji. Ia memperkirakan total dana masyarakat yang tersimpan bisa mencapai miliaran rupiah.
Karena itu, para nasabah mendesak pihak manajemen segera memberikan penjelasan dan solusi terkait permasalahan tersebut.
“Kami berharap ada penyelesaian secepatnya. Jika tidak ada kejelasan, kami bersama nasabah lainnya akan menempuh jalur hukum dan melaporkan persoalan ini kepada Bupati Cianjur, karena perusahaan ini merupakan BUMD,” tegasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen maupun kepala kantor cabang PT LKM Akhlakul Karimah belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi awak media melalui pesan singkat dan sambungan telepon juga belum mendapatkan respons. (Red01)
