Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Miftahul Hidayah Al-Syafa menjadi momentum memperkuat iman dan akhlakul karimah di tengah masyarakat. (Foto : Dedi/Infosembilannews.com)
CIANJUR - Dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Majelis Taklim Miftahul Hidayah Al-Syafa menggelar pengajian akbar yang berlangsung khidmat di Masjid Miftahul Hidayah Al-Syafa, Desa Sindangsari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Selasa (06/01/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut menghadirkan penceramah asal Tasikmalaya, Hj. Dede Fakihatul Markiyah, yang menyampaikan tausiyah bertema penguatan iman dan pengamalan nilai-nilai ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam ceramahnya, Hj. Dede Fakihatul Markiyah menekankan pentingnya mengenal dan merasakan buah dari keimanan, serta mengajak umat Islam untuk mengamalkan ajaran yang telah dibawa Nabi Muhammad SAW.
“Diantaranya dengan mengutamakan sholat lima waktu, memakmurkan masjid, menjadi istri yang berakhlakul karimah bagi suami, serta menjadi figur terbaik dalam mendidik anak-anak agar tumbuh dengan akhlak mulia dan ilmu yang bermanfaat,” ungkapnya.
Ia juga berharap majelis-majelis taklim dapat terus menjadi sarana peningkatan keimanan, khususnya bagi kaum ibu, agar semakin semangat menuntut ilmu, mencintai para ustaz, serta mengikuti tuntunan para ulama sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hj. Titim Patimah, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya peringatan Isra Miraj yang berlangsung meriah dan penuh keberkahan.
“Alhamdulillah, peringatan Isra Miraj di bulan mulia ini dapat terlaksana dengan baik dan dihadiri para jamaah dengan antusias,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kedisiplinan para santri dan santriwati Pesantren Miftahul Hidayah Al-Syafa dalam menghadapi era digital. Menurutnya, pengelolaan penggunaan handphone diterapkan secara ketat agar tidak mengganggu proses belajar dan ibadah.
“Para santri tidak diperkenankan memegang handphone saat belajar. Waktu mereka dimanfaatkan untuk kegiatan positif seperti pengajian dan pembinaan keagamaan, sehingga lebih fokus dan disiplin,” jelasnya.
Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, Hj. Titim Patimah berharap masyarakat semakin terurus keimanannya dan tumbuh kesadaran untuk menjalankan peran masing-masing, baik dalam keluarga maupun di lingkungan sosial.
“Semoga kegiatan pengajian ini membawa keberkahan dan menjadikan masyarakat, khususnya kaum ibu, semakin kuat iman dan perannya dalam membangun keluarga yang sakinah,” pungkasnya. (Dedi-Rjy)
