Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

Klarifikasi Kades Desa Pesantren, Dugaan Korupsi Dana Bansos, PKH, BPNT Viral Di Medsos

info sembilan news
5 Okt 2023, 23:37 WIB Last Updated 2023-10-05T16:37:30Z


Klarifikasi Kades Desa pesantren Dugaan korupsi dana bansos PKH dan BPNT. (Foto:Screenshot livestreaming Facebook Ali R) 

PEMALANG - InsyaAllah di tahun ini adalah tahun kelima menjabat menjadi kepala desa dan saya akan memanfaatkan sebaik-baiknya, perjuangan saya dari tahun 2019 saya tidak akan mundur ketika ada masalah seprti ini. 

Di Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang Jawa Tengah, Rabu (4/10/2023) kemarin siang. 

Ungkap Oknum Kades desa Pesantren dalam video yang beredar di sosial media, livestreaming Facebook Ali R. Video berdurasi 28:10 detik tersebut telah viral di media sosial dan mendapatkan like 238, dan 297 komentar, juga telah di share sebanyak 23.606.

"Klarifikasi yang diinginkan oleh karang taruna dusun terkuak, sedikit banyak kasus tersebut terjadi pada tahun 2018," Kata Kades. 

"Saat itu saya baru mencalonkan, saya melanjutkan program itu, saya tidak mengetahui apa dan isi - isinya, nanti pihak Aparat Penegak Hukum (APH) beserta dari tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), beserta Pemerintah Desa (Pemdes) yang akan mengklarifikasi tentang ini," Jelasnya. 

"Kita akan klarifikasi, karena biar bagaimanapun tugas kepala desa harus melindungi, mengayomi, seluruh warga masyarakat desa Pesantren. Apapun yang kita lakukan, kita hadapi, walaupun salah, ada keliruan harus kita luruskan," Ungkapnya. 

Kades mengatakan, pada tahun 2021 dirinya diserahin uang sebesar Rp 85 juta, dan pada tahun  2022 diserahin uang sebesar Rp 62 juta oleh Indra pendamping PKH. 

"Dalam hal ini Kepala Desa tidak pernah memberikan arahan, tidak pernah memerintah, tidak pernah menyuruh dan tidak menyarankan untuk mengambil uang itu," katanya. 

Kades mengungkapkan, pada waktu menerima uang tersebut dirinya tidak mengetahui asal-usul uangnya dari mana. 

"Karena waktu itu uang diberikan ke pemerintah desa dan yang mempertanggung jawabkan adalah saya, kebutuhan desa saya belikan mobil siaga dengan arahan dari pihak pendamping PKH," Bebernya. 

Pada saat warga bertanya sisa uangnya untuk apa Kades menjawab, dari sisa uang yang telah terpakai untuk mobil siaga sebesar Rp 105 juta, uang yang masih ada di sumbangkan kemasjid pondok pesantren Rp 5 juta, selanjutnya diberikan kepada 7 dusun masing-masing Rp 5 juta untuk pembangunan infrastruktur. 

Kades mengatakan dan bersumpah tidak pernah memakai uang tersebut untuk kepentingan pribadinya. 

"Demi Allah saya tidak pernah memanfaatkan uang itu untuk kepentingan saya sendiri dan tidak diketahui oleh dan itu diketahui oleh seluruh perangkat desa tertib tindakan saya sampai sejauh itu," Terangnya. 

"Tapi kalau memang itu adalah keliruan saya akan mempertanggung jawabkan, biar keliruan itu menjadi tanggungjawab saya," Tegasnya. 

"Akan saya kawal hal itu, akan saya pertanggung jawaban kan, mohon doa dan restunya supaya masalah ini clear, saya akan mengawal kasus ini sampai selesai," Tutup Kades Pesantren. (Lia)

(Editor-1636-rjy)

Iklan