Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

Kesenjangan Sosial: Ketika Kemewahan Berdampingan dengan Kemiskinan

info sembilan news
24 Okt 2026, 07:16 WIB Last Updated 2026-10-24T00:16:12Z



Catatan Redaksi,
Pendi Yuda Sukarna
Pimpinan Redaksi Media Online Infosembilannews.com

CIANJUR - Kesenjangan sosial masih menjadi persoalan nyata di tengah masyarakat Indonesia. Di satu sisi, kemewahan terpampang di gedung-gedung megah dan pusat perbelanjaan. Di sisi lain, masih banyak warga yang berjuang memenuhi kebutuhan pokok, membayar biaya pendidikan, dan mendapatkan layanan kesehatan yang layak.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kemajuan pembangunan belum tentu dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Seorang buruh harian, misalnya, harus menghitung penghasilannya untuk membeli beras, membayar listrik, dan menyekolahkan anak. Ketika harga kebutuhan pokok naik atau pekerjaan berkurang, kehidupan keluarganya langsung terancam. Sementara itu, masyarakat berpenghasilan tinggi memiliki ruang lebih besar untuk menghadapi tekanan ekonomi.

Kesenjangan juga terlihat dalam akses pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan kesempatan mengembangkan usaha. Akibatnya, masyarakat kurang mampu bukan hanya menghadapi keterbatasan hari ini, tetapi juga berisiko mewariskan kesulitan ekonomi kepada generasi berikutnya.

Pemerintah tidak cukup hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi. Bantuan sosial harus tepat sasaran, lapangan kerja perlu diperluas, upah yang layak harus diperjuangkan, dan akses pendidikan serta kesehatan wajib diperkuat. Transparansi dan pengawasan juga diperlukan agar kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat harus ikut berperan. Kepedulian tidak boleh berhenti pada slogan atau bantuan sesaat, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata yang membuka kesempatan bagi kelompok rentan untuk bangkit.

Pembangunan tidak seharusnya hanya terlihat megah, tetapi harus terasa manfaatnya. Keberhasilan bangsa bukan semata-mata diukur dari pertumbuhan ekonomi atau berdirinya gedung-gedung tinggi, melainkan juga dari berkurangnya kemiskinan dan terbukanya kesempatan hidup layak bagi setiap warga.

Kita tidak mempersoalkan mereka yang berhasil menjadi kaya melalui kerja keras dan usaha yang sah. Yang harus menjadi perhatian adalah ketika sebagian masyarakat memiliki kesempatan luas, sementara sebagian lainnya terus terjebak dalam keterbatasan.

Keadilan sosial bukan berarti semua orang harus memiliki kekayaan yang sama, melainkan setiap warga berhak memperoleh kesempatan yang adil untuk berkembang dan hidup bermartabat.

Sudah saatnya kesenjangan sosial tidak hanya menjadi bahan pembicaraan, tetapi menjadi agenda nyata yang ditangani melalui kebijakan yang tepat, pengawasan yang tegas, dan kepedulian bersama.

Sebab, kemajuan sejati adalah ketika tidak ada warga yang tertinggal dalam perjuangan memenuhi kebutuhan hidup yang layak.

Sabtu, 24 Oktober 2026

Iklan