Asep Sobandi S.Pd.I M.M Pegawai Kantor Urusan Agamq (KUA) Kecamatan Gekbrong (Foto :Red/Infosembilannews)
CIANJUR - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, merawat persatuan bangsa, serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang religius dan harmonis.
Hal tersebut disampaikan Asep Sobandi, S.Pd.I., M.M., karyawan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, melalui sebuah tulisan reflektif bertema “Meneguhkan Peran Santri dalam Merawat Agama, Bangsa, dan Negara.”
Menurutnya, Hari Santri Nasional tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi pengingat atas sejarah perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menilai, pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kedisiplinan, kemandirian, serta kepedulian terhadap kehidupan sosial dan kebangsaan.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin pesat, santri juga dituntut untuk meningkatkan wawasan, mengembangkan keterampilan, serta mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur pesantren.
Selain itu, santri diharapkan menjadi pelopor moderasi beragama dengan mengedepankan sikap toleran, menghargai perbedaan, menjunjung nilai kemanusiaan, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Peran KUA dalam Memperkuat Kehidupan Keagamaan
Asep Sobandi juga menyoroti pentingnya peran Kantor Urusan Agama (KUA) dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat di tingkat kecamatan. Melalui pelayanan keagamaan, pembinaan keluarga sakinah, serta penguatan kerukunan umat beragama,
"KUA menjadi salah satu unsur penting dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis," ucapnya, kepada Infosembilannews, pada Jum'at (23/10/2026) pagi.
Menurutnya, kolaborasi antara KUA, pesantren, madrasah, penyuluh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya perlu terus diperkuat agar nilai-nilai keagamaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dia menambahkan, Khusus di Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, semangat Hari Santri dapat diwujudkan melalui peningkatan kepedulian sosial, penguatan pendidikan akhlak bagi generasi muda.
"Kuhusnya pemeliharaan persatuan, serta pembentukan keluarga yang harmonis," ujarnya.
Sementara dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Kecamatan Gekbrong, Abdul Aziz, S.H.I., M.H., turut memberikan apresiasi terhadap penulisan artikel tentang Hari Santri Nasional sebagai bentuk kontribusi pemikiran dalam memperkuat nilai keagamaan dan kebangsaan.
Apresiasi tersebut diharapkan dapat mendorong pegawai KUA untuk terus mengembangkan kreativitas, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan gagasan dan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, Asep Sobandi berharap semangat perjuangan santri terus hidup dalam tindakan nyata, baik melalui pengabdian kepada masyarakat, penguatan akhlak, maupun komitmen menjaga persatuan bangsa.
"Dengan demikian, santri diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam merawat kebinekaan, membangun peradaban, dan menjaga keutuhan bangsa dan negara," tandasnya. (Red)
