Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

LBHC Gelar Evaluasi Kepemimpinan Wahyu Ramzi, Dalam Janji Politik Serta Nasib Masyarakat Cianjur

info sembilan news
29 Nov 2025, 12:00 WIB Last Updated 2025-11-29T05:00:05Z



Evaluasi ini tentunya sangat baik, agar Pemerintah Daerah juga paham. (Foto:Red/Infosembilannews.com)

CIANJUR - Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (LBHC) Mengelar Evaluasi Kepemimpinan Wahyu Ramzi Dalam Janji Politik Serta Nasib Masyarakat Cianjur. Dalam Acara Evaluasi di hadiri para inohong, Ketua DPC  Asosiasi Rukun Warga. Ichwan Ahadi Rahmat ' Direktur POSLOGIS ' Asep Toha, Tim percepatan pembangunan Pemda, Abdul Qodir Majid, dan Tim Hukum YLBHC Unang Margana .SH.MH. Bertempat Acara di Kantor LBHC, di Jl. Siti Bodedar Kaum Tengah, Kelurahan pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.Jum'at  (28/11/2025) siang.

Ketua DPC  Asosiasi Rukun Warga, Ichwan Ahadi Rahmat, yang biasa disapa Ichwan Nes mengatakan.  Alhamdulillah, dalam kegiatan acara Evaluasi ini tentunya sangat baik, agar pemerintah juga paham atas kondisi masyarakat atau pedagang-pedagang yang memang notabene yang perlu kita perjuangkan kita harus bersatu dan juga saya tidak mau kawan-kawan adanya kegaduhan. Akan tetapi ketika pemerintahnya paham akan situasi dan kondisinya saat ini ingin mensejahterakan masyarakat. Tidak untuk mementingkan kepentingan pribadi maupun golongan tersebut, akan tetapi menyongsong untuk hari esok yang ceria. 

"Dengan baik mengedepankan masyarakat Cianjur yang lebih sejahtera. Karna Cianjur itu sangat luas, sangat kaya, tapi hati ini menangis. Kenapa IPM kita terendah, karna itu kita tidak hanya harus berputar dari APBD saja, ketika kepimpinannya mempunyai umpan-umpan lambung apa yang tidak ada di Cianjur dengan wisatapun kalau diolah atau dikelola sangat indah dan sangat bagus-bagus.

Seperti halnya untuk wisata-wisatanya sangat bagus dan indah, bahkan kita mempunyai peradaban dunia pertama serta moderen di dunia yaitu seperti Gunung Padang, kenapa tidak dimanfaatkan untuk yang lain kekayaan-kekayaan batu mineral semua ada di kita, tinggal bagaimana bisa mengedukasi masyarakat memberikan pemahaman-pemahaman begitu juga untuk Umkm-Umkmnya juga sangat hidup di Kabupaten Cianjur," terangnya.

"Juga dalam penataan-penataan yang lebih baik, begitu indah, ternyata kalau bisa dikelola seperti itu. Kalau memang nanti kita akan bergeser ke sistem digital kita berikan sosialisasi dan edukasi tentunya saya sangat mengapresiasi terhadap saudara-saudara saya. Mudah-mudahan ini tidak hanya sampai disini saja, kita akan berlanjut dan sampai para pedagang-pedagang mendapatkan kebijakan yang terbaik.

Dan juga untuk tetap berjuang sebagai pejuang-pejuang rupiah untuk keluarganya. Jadi harapan untuk para pedagang harus diberikan solusi yang terbaik dan bisa mendapatkan inkam yang lebih baik tentunya lebih meningkat pendapatan dari sekarang. Berharap kalau kita berbicara satu meja dengan pak Bupati. Tentunya kalau menganggap kita bukan musuh, akan lebih baik bahwa hari ini saya berharap bangsa dan negara kita kemerdekaan itu bisa dirasakan secara terealisasi dan terasa dengan masyarakat, tentunya kepimpinan harus sayang terhadap masyarakat," jelas Ketua DPC Arwt.

Ditempat yang sama, Onik dari (LBHC) Lembaga Bantuan Hukum Cianjur menambahkan, hal tersebut tentunya kami dari LBHC akan tetap mendampingi para pedagang, karena sudah terjadi tindakan represif dari pemerintah. Kita mencoba mengertikan kriminalisasi pedagang oleh eksekutif dan oleh pihak Satpol PP, selain itu juga banyak ketentuan-ketentuan yang tidak pro rakyat kebijakan-kebijakan yang tidak bijak yang dilakukan oleh pemerintah. Maka dari itu kita tetap akan mendampingi pedagang pasar Bomero sitywork.

"Hal yang tereliminasi kemarin untuk strategi kasus itu terjadi kriminalisasi, saya mendampingi 5 orang pedagang untuk sidak digiring ke pengadilan, terjadi saat itu sekitar empat hari yang lalu di 5 pedagang dan dibawa paksa oleh Satpol-PP, kami mendampingi dari LBHC, sampai selesai sidak tersebut. 

Tentunya yang kami inginkan setelah acara evaluasi ini selesai bisa tersampaikan kepada eksekutif tentunya, setelah semua langkah-langkah kami lakukan aksi dan tidak ada hasil. Semoga di acara edukasi ini bisa  terbangun komunikasi antara pedagang dan pemerintah, untuk pabrik giring agar menghasilkan kebijakan yang pro rakyat yang  tepat untuk direalisasikan," tambahnya Onik.

Dengan Harapan, Yusuf Supriyatna sebagai Ketua Aliansi Pedagang Sahabat Bomero ke depannya. Berharap, untuk pasar Bojong Meron (Bomero- Citywork) bisa berjualan lagi seperti biasa, dalam jangka waktu dari pagi sampai jam 02.00, dan dilanjut untuk kuliner siap kami menampung pagi dan sore untuk ditempatkan di tempat lebih nyaman untuk pejalan kaki, untuk  para pedagang kami batasi di tengah untuk pedagang dan secara penataan serapih mungkin.

"Dengan penataan akan rapi seperti itu, baik untuk kebersihan akan kami jaga supaya ada kenyamanan baik pejalan kaki maupun warga masyarakat yang belanja. Nah yang dialihkan kepasar induk jebrod itu adalah pedagang kaki lima yang dipinggir-pingir jalan raya, cuman itu hanya satu hari dua kali saja menurut informasi. Namun tetap keberatan menolak juga waktu hasil audensi ke pendopo pada hari Rabu yang lalu. 

Terahir Intinya penjelasan tidak ada yang mau ke pasar induk jadi tetap menolak untuk pindah, dari waktu itu hingga sekarang sudah ada sekitar 17 hari tidak bisa jualan sampai saat ini.  Dengan mohon berharap yang saya tadi ucapkan, kami siap diatur tapi tidak untuk dipindahkan. Artinya kami siap menata kerapihan kebersihan dan kenyamanan masyarakat serta keamanan yang kami utamakan 24 jam.

"Kami berharap dari Pemerintah Daerah, untuk memberi kesempatan bagi para Pedagan sayur-mayur, pedagang daging ayam, maupun sapi, serta yang lain-lainnya, untuk berjualan dari pagi jam 05:00 sampai 02.00,  disambung untuk kuliner  yang akan siap tersusun rapih sampai dengan selesai, tentunya para pedagang dan pejalan kaki satu sama lainnya, akan terasa hidup untuk Cianjur menuju lebih baik," tandasnya. (Red)

(Editor-D3D1-Rjy)

Iklan