Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

200 Calon PMI Asal Cianjur Dilepas, Cak Imin Tekankan Penempatan Legal dan Perlindungan Maksimal

info sembilan news
6 Agu 2026, 10:51 WIB Last Updated 2026-08-06T04:35:56Z



Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar bersama Bupati Cianjur Dr. Muhammad Wahyu Ferdian secara simbolis melepas 200 Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur (Foto : Dedy/Infosembilannews)

CIANJUR - Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), BP3MI, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), serta sejumlah pemangku kepentingan menggelar kegiatan Pembekalan dan Pelepasan 200 Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur yang akan bekerja di berbagai negara melalui jalur resmi.

Kegiatan yang mengusung tema "Pekerja Migran Berkualitas, Ekonomi Keluarga Kuat, Cianjur Sejahtera" tersebut berlangsung di Pendopo Kabupaten Cianjur, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Selasa (4/8/2026). 

Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Bupati Cianjur Dr. Muhammad Wahyu Ferdian, Wakil Bupati Cianjur, unsur Forkopimda, BP3MI, Disnakertrans, perusahaan penempatan PMI, serta keluarga para calon pekerja migran.

Dalam sambutannya, Menko PM Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kualitas dan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia melalui penempatan yang legal, aman, dan profesional.

Menurutnya, PMI merupakan pahlawan devisa yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga membawa nama baik Indonesia di tingkat internasional. Pemerintah juga terus memperkuat ekosistem penempatan PMI melalui penyediaan pelatihan, kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta penyediaan peluang kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar global.

"PMI bukan sekadar pencari kerja, tetapi duta bangsa yang harus mendapatkan perlindungan maksimal. Karena itu, jangan pernah tergiur jalur ilegal yang berpotensi menjerat tindak pidana perdagangan orang (TPPO)," tegas Muhaimin.

Selain menghadiri pelepasan PMI, Menko PM juga melaksanakan kunjungan ke Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri untuk memberikan edukasi literasi keuangan kepada sekitar 800 santri dan tenaga pendidik. Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan program pembangunan 10.000 unit MCK di pesantren sebagai upaya meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan.

Sementara itu, Bupati Cianjur Dr. Muhammad Wahyu Ferdian berpesan kepada seluruh calon PMI agar menjaga nama baik daerah dan bangsa selama bekerja di luar negeri.

"Kalian bukan meninggalkan Cianjur, tetapi membawa nama baik Cianjur ke dunia internasional. Jaga diri, jaga komunikasi dengan keluarga, dan apabila menghadapi persoalan segera laporkan kepada KBRI maupun BP3MI," ujar Bupati.

Ia berharap para PMI dapat kembali ke tanah air dengan membawa pengalaman, keterampilan, dan modal usaha sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan baru di Kabupaten Cianjur.

Sementara itu kepala Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Denny Widya Lesmana, mengingatkan para calon PMI untuk memahami isi kontrak kerja, menyimpan seluruh nomor kontak penting, serta menghindari bujuk rayu calo atau pihak yang menawarkan pekerjaan melalui jalur tidak resmi.

Menurutnya, pemerintah daerah juga telah menyiapkan program pemberdayaan dan kewirausahaan bagi PMI setelah kembali ke tanah air agar pengalaman bekerja di luar negeri dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan ekonomi daerah.

Lalu melalui kegiatan pembekalan ini, pemerintah berharap seluruh PMI asal Cianjur dapat bekerja secara legal, aman, produktif, serta mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Cianjur melalui pemanfaatan remitansi secara aktif. (Dedy)

Iklan