Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

Gunakan Batang Kelapa, Jembatan Penghubung Dua Desa Nyaris Ambruk

info sembilan news
26 Agu 2026, 19:27 WIB Last Updated 2026-08-26T12:27:03Z



Batang kelapa sebagai penyangga sementara jembatan di Kampung Cipunagara yang nyaris ambruk. Langkah darurat ini menjaga akses tetap digunakan sambil menunggu perbaikan permanen. (Foto : Warpol)

CIANJUR - Kondisi sebuah jembatan yang menjadi akses penghubung dua desa di wilayah Kampung Cipunagara, Desa Kertamukti, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, mendapat perhatian serius setelah kondisinya mengalami kerusakan dan nyaris ambruk.

Untuk menjaga agar akses masyarakat tetap dapat digunakan, warga bersama Pemerintah Desa Kertamukti melakukan gotong royong dengan memasang batang pohon kelapa sebagai penyangga sementara. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penanganan darurat sebelum adanya perbaikan jembatan secara permanen, Rabu (26/8/2026).

Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Kertamukti, Rustandi, mengatakan jembatan tersebut sebelumnya merupakan bangunan permanen. Namun, akibat mengalami kerusakan, kondisi jembatan kini dinilai membahayakan pengguna yang melintas.

“Jembatan itu sudah mau ambruk. Kami mengambil inisiatif untuk bergotong royong bersama warga dengan menggunakan batang kelapa sebagai penyangga sementara agar akses masyarakat tetap dapat digunakan,” ujar Rustandi.

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat penting karena menjadi salah satu akses penghubung bagi aktivitas masyarakat dari dua desa. Karena itu, pemerintah desa berupaya melakukan penanganan sementara sembari mengusulkan perbaikan secara menyeluruh kepada pihak terkait.

Rustandi mengungkapkan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala untuk melakukan pembangunan jembatan secara permanen. Terlebih, adanya efisiensi dan pemangkasan anggaran membuat pemerintah desa harus mempertimbangkan kemampuan keuangan yang tersedia.

“Untuk sementara kami melakukan perbaikan seadanya mengingat adanya efisiensi anggaran. Kami juga belum bisa memastikan karena adanya pemangkasan anggaran,” katanya.

Ia menambahkan, penganggaran untuk pembangunan atau perbaikan permanen nantinya menjadi kewenangan kepala desa definitif. Saat ini, Pjs kepala desa juga tengah memiliki fokus pada tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Meski demikian, Rustandi menegaskan bahwa kondisi jembatan tersebut perlu segera mendapat perhatian dan penanganan lebih lanjut. Perbaikan permanen dinilai mendesak untuk menjamin keselamatan warga sekaligus memastikan akses transportasi antardesa tidak terputus.

“Perbaikan permanen ini sangat mendesak agar keselamatan warga terjamin dan akses transportasi masyarakat tidak terputus apabila jembatan benar-benar mengalami kerusakan,” pungkasnya. (Red)

Iklan