Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

Akselerasi Asta Cita Presiden, Dalam Rapat Acara Pencegahan dan Pemberantasan Narkotika

info sembilan news
29 Agu 2025, 07:05 WIB Last Updated 2025-08-29T00:54:13Z
Melalui Forum Komunikasi P4GN Tahap II. (Foto:Nia-Yati/Infosembilannews.com)

CIANJUR - Menggelar Kegiatan Acara Dalam Akselerasi Asta Cita Presiden Dalam Pencegahan dan Pemberantasan NARKOTIKA Melalui Forum Komunikasi P4GN Tahap II. Bertempat Pendopo Pemkab Cianjur di Gedung Lantai II Bale Praja, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kamis (28/08/2025) kemarin pagi.

Kepala (BNN) Badan Narkotika Nasional, Kabupaten Cianjur, Afan mengatakan. Baik untuk kegiatan hari ini, itu adalah kegiatan berkaitan dengan forum komunikasi P4GN ini tahap 2,  jadi kita ada tahap pertama beberapa waktu yang lalu, hal tersebut memang merupakan salah satu strategi yang kita laksanakan untuk mengkolaborasikan bersinergi dengan stakeholder yang lainnya. 

"Dengan hal itu kita jadi tahu permasalahan narkotika ini tidak bisa kita tangani sendiri artinya BNN, memerlukan peran aktif daripada stakeholder yang lain baik aparat penegak hukum baik yang lainnya dengan Pemerintahan di Kabupaten Cianjur, maupun instansi-intansi vertikal yang ada di kabupaten Cianjur. Baik hal itu untuk bersama-sama di masing-masing di tugaskan dalam bidang memikirkan berkaitan dengan melakukan program p4gn di wilayahnya masing-masing," jelas Ketua BNN Arfan.

Maka temanya adalah kita bersinergi tentunya contoh sebagai kegiatan dari kementerian agama misalnya mereka menginisiasi dengan adanya pengantin bersinar narkoba. Artinya pengantin yang mau nikah dia berikan edukasi tentang bahaya narkoba karena tidak tahu dari keluarga yang memakai Narkoba. Intinya adalah bagaimana mendidik anaknya nanti supaya bisa bertahan dari pergaulan yang tidak jelas dan begitu tidak baik.

"Nah dari (UNFPI) Universitas Pendidikan Indonesia, misalnya ada kegiatan mereka deklarasi atau membangun wilayah kampus bebas narkoba seperti itu. Jadi kami ini saling sinergi dari masing-masing aspek stakholder punya rencana aksi, yang semuanya nanti kita kolaborasikan dan kita masukan ke monitoring untuk format sendiri, ketuanya ada dalam hal ini di kabupaten Cianjur," ucapnya.

Alhamdulillah" yang turut menghadiri oleh pak Bupati Cianjur, serta sebagai ketua juga. Kemudian dari unsur fokorpinda dari ibu ketua Dewan, pak Kapolres dan juga rekan-rekan yang lainnya serta dari forkopinda pimpinan Opd juga hadir. Jadi kalau berkaitan dengan pesan dan harapan tentunya kami berpesan kepada rekan-rekan sekalian kepada bapak/ibu, terutama masyarakat yang ada di Kabupaten Cianjur, untuk selalu menjaga lingkungan bebas dari jeratan narkoba. 

"Dengan jelas bahaya penyalahgunaan narkoba tidak usah jauh-jauh dari mana saja tetapi dari diri kita sendiri, baik lingkungan untuk kita bisa menolak dan tidak menyalahgunakan narkotika harus waspada lebih jauh. Misalnya mengawasi di lingkungan, baik pekerjaan, karena ini sifatnya forum komunikasi. Jadi tadi kembali lagi bagaimana dari lingkungan kita itu bisa membangun program untuk sama-sama bergerak bersama untuk menjauhi penyalahgunaan narkotika," ujarnya.

Maka kegiatan di agendakan secara rutin adalah dalam satu tahun dua kali, tetapi selama setahun itu tetap pekerjaannya berjalan memonitoring dan puncaknya itu biasanya kita mengadakan yang namanya hari anti narkotika setiap tanggal 26 Juni dan diperingati tanggal 26 juni dari opd-opd dari setempat yang lain juga bikin kegiatan berkaitan dengan bahaya narkoba, jadi semuanya bergerak bersama-sama.

"Baik dengan harapan saya ke depan juga Pemerintah di Kabupaten Cianjur semakin memberikan dukungan stakeholder yang lain, serta memberikan dukungan kepada pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di kabupaten Cianjur. Karena tanpa ada dukungan yang luar biasa baik dari  pemerintah kabupaten maupun di pemerintah-pemerintahan yang lainnya, dengan permasalahan narkotika kita bisa tanggulangi dengan baik, sebaik-baiknya," tungkas Afan.

Sebagai Seksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Cianjur. Bekti Utomo, menambahkan. Baik untu kegiatan rapat kordinasi p4gn, jadi kami selaku intansi kertikal memang mempunyai peran walau pun posisi kami ada di muara ataupun di hilir tapi warga binaan kami juga banyak yang berstatus kasus narkoba, sehingga perlu dilakukan beberapa kegiatan diantaranya adalah pencegahan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang.

"Karna lapas ini salah satu lokasi yang memang harus risensi ataupun kegagalan dalam upaya p4gn, yang cukup besar. Kenapa saya katakan karna retensinya kegagalan cukup besar di komplek situ ada semua jenis pelanggar pidana baik itu indipidu maupun pisus sehingga dimungkin kan terjadi penyalagunaan yang lebih, termasuk lagi lokasinya terintregasi meraka gak bisa kemana-mana ketika barang itu masuk kedalam komplek Lapas Cianjur.

Maka dampak yang di timbul kan terhadap potensi gangguan keamanan sangat tinggi, bisa jadi mereka malah jadi bandar dengan mengendalikan narkoba dari dalam atau pun di lapas. Menjadi pasar baru buat para bandar dengan upaya-upaya yang memang  harus secara tersinergi sistematis dan masuk yang harus di kerjakan bukan hanya dari pihak kami, karna lapas ini miniatur kehidupan sosial diluar masyarakat," tambahnya.

"Dengan artiannya banyak hal-hal yang memang di luar ada, di dalam ada. Sehingga ini perlu di lakukan sinergi yang sangat baik, karna tidak ada supermen  baik dari lapas BNN, juga Kepolisian dan Aparat Hukum yang lain, serta eksternalnya adalah kordinasi dengan masyarakat, juga peran penting dari tokoh-tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta praktisi-praktisi yang lain dari pendidikan.

Seperti gambaran yang tadi saya sampikan dari 7503 dan 266-nya adalah narapidana dan tahanan yang berstatus narkoba dengan klasifikasi umur produktif 80% 16 sampai 30 tahun menjadi sebuah gambaran anak-anak kita yang ada di lingkungan sangat rentan terhadap bahaya narkoba, dengan hal itu saya sudah ikut yang ke 3 kalinya dalam acara kegiatan rapat kordinasi ini. Juga kebetulan saya juga baru 11 bulan di sini jadi selama 11 bulan saya sudah mengikuti yang ke 3 kalinya dalam peran penting stop bebas dari narkoba," tegasnya.

"Dan saya sangat mendukung dalam hal ini mewakili pimpinan  masukkan saran dan juga para tokoh-tokoh ini memberikan wawasan bagi kami langkah-langkah apa strategi apa yang seperti tadi, baik dari kata atau sektor kepolisiannya juga dari pendidikannya ada. Ternyata memang kita harus berkolaborasi dengan intansi-intansi, serta yang belum kita lakukan khususnya dari apoteker. Karna yang namanya penyalahgunaan narkotika.

Sehingga jangan kita lihat narkoba dalam bentuk ganja dalam bentuk sinte dalm bentuk obat obatan terlarang, mereka sekarang dengan kemudahan akses informasi mereka bisa meracik narkoba dengan dengan kadar yang sama. Contoh misalnya obat batuk komik kalau dikonsumsi dengan dengan dosis yang berlebihan juga komix dengan fanta seprite, juga bisa termasuk obat penenang bagian dari narkoba.

"Jadi kita harus bersinergi tentunya dengan orang-orang yang ahli disegala bidang, tentunya memberikan identifikasi kepada kami terutama para petugas. Sebagaimana mestinya untuk mencermati kegiatan ini harus dilakukan ditindak lanjuti serta diskusi, bukan hanya sekedar jargon berbuah aksi yang bikin implementasikan secara membumi kepada masyarakat dan semua kalangan," tandas Bekti singkat. (Nia-Yati)

(Editor-Redaksi-02)

Iklan