Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

Jalan Kabupaten di Desa Cikondang Rusak Parah, Warga Cibeber Desak Perbaikan Segera

info sembilan news
12 Apr 2026, 08:53 WIB Last Updated 2026-04-12T01:53:46Z



Jalan kabupaten di Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, dipenuhi lubang dan genangan air saat hujan, (Foto : Warpol/Infosembilannews.com)

CIANJUR - Kondisi jalan kabupaten yang melintasi Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, dikeluhkan warga dan para pengguna kendaraan. Sejumlah titik jalan di ruas penghubung Kampung Hanjawar dan Kampung Irigasi tampak rusak parah dan berlubang, sehingga membahayakan keselamatan pengendara, terlebih saat musim hujan.

Asep, warga Kampung Irigasi Desa Cikondang, menyampaikan bahwa kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama dan hingga kini belum mendapatkan penanganan menyeluruh. Menurutnya, ketika hujan turun, lubang-lubang di badan jalan tergenang air sehingga tidak terlihat oleh pengendara yang melintas.

“Sudah lama rusak, apalagi kalau hujan turun, lubangnya tertutup air dan sangat berbahaya. Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki jalan ini,” ujarnya, Sabtu (11/04/2026) kemarin.

Ia menambahkan, sebelumnya memang pernah ada perbaikan di dua titik dengan panjang sekitar 200 meter. Namun, kondisi jalan yang rusak jauh lebih panjang dari itu, sehingga perbaikan tersebut dinilai belum maksimal dan belum menyentuh seluruh titik kerusakan.

Menurut Asep, intensitas hujan yang tinggi ditambah aktivitas kendaraan berat seperti truk pengangkut pasir yang melintasi jalan tersebut setiap hari, semakin mempercepat kerusakan badan jalan.

Keluhan serupa juga disampaikan Budi, pengendara sepeda motor yang setiap hari melintasi ruas jalan tersebut. Ia mengaku kerap merasa khawatir saat berkendara karena banyaknya lubang di jalan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

“Beberapa pengendara sudah pernah terjatuh, termasuk saya sendiri. Kondisi ini sangat mengganggu dan membahayakan. Kami berharap ada perbaikan secepatnya,” ungkapnya.

Sorotan keras juga datang dari Koordinator Jaringan Desa (Jades) Kabupaten Cianjur, Ade Jajuli. Ia menilai kondisi jalan tersebut sudah masuk kategori darurat dan mencerminkan lambannya respons penanganan infrastruktur di wilayah pedesaan.

Ade Jajuli menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh menutup mata terhadap kerusakan jalan kabupaten yang menjadi akses vital aktivitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga jalur ekonomi masyarakat desa.

“Ini bukan lagi sekadar jalan rusak, ini sudah membahayakan keselamatan warga setiap hari. Jangan sampai ada korban jiwa dulu baru bergerak. Pemerintah harus hadir sebelum jatuh korban, bukan sesudahnya,” tegasnya.

Menurutnya, tambal sulam di beberapa titik bukanlah solusi. Ia mendesak agar dilakukan perbaikan menyeluruh dengan konstruksi yang sesuai, mengingat tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas setiap hari.

“Kalau hanya ditambal, beberapa bulan rusak lagi. Harus ada penanganan serius dan permanen. Jalan kabupaten ini urat nadi desa, bukan jalan kecil yang bisa diabaikan,” tambahnya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Cianjur, khususnya Bupati Cianjur, dapat segera merespons keluhan ini dengan langkah konkret agar jalan lintas desa tersebut kembali aman dan nyaman dilalui. (Red01)

Iklan